Selasa, 23 Februari 2010

psi organisasi

PSIKOLOGI ORGANISASI

A. Pengertian dan rancangan organisasi
Pengetian organisasi
Organisasi adalah sekelompok orang-orang atau tenaga kerja (dalam hal organisasi perusahaan) yang bekerja untuk mencapai tujuan organisasinya.

Tiga dimensi organisasi adalah:
Kemajemukan
Ø Beragamnya kegiatan, fungsi, pekerjaan dan jumlah lapis dalam organisasi.
Formalisasi (formalization).
Mengacu pada kebijakan, prosedur, dan aturan-aturan yang membatasi pilihan dari para anggotanya.
Pemusatan (centralization).
Daya dan wewenang ada pada kedudukan tinggi dalam organisasi.

v Rancangan organisasi
Rancangan organisasi sederhana
Ø Di tentukan oleh Departementalazation yang sedikit span of control yang lebar, kewenangan di pegang terpusat pada satu orang, formalisasi sedikit. Rancangan ini biasanya di temukan pada usaha yang keacil di mana pimpinannya jugva menjadi pemilik misalnya penjahit pakaian yang pegawainya sekitar 50-100 orang.
Birokrasi
Ø Adalah satu struktur dengan tugas-tugas yang beroperasi sangat rutin yang di capai melalui spesialisasi misalnya, tugas penghitungan penggajian setiap bulan di tambah dengan tambahan insentif yang dihitung berdasarkan peraturan-peraturan tertentu, yang telah di formalisasi, merupakan tugas rutin yang setiap bulan harus di lakukan.Disamping itu tugas tersebut dikelimpokkan kedalam bagian-bagian fungsional, misalnya bagian produksi, distribusi, keuangan, akutansi dan sebagainya. Kewenangan terpusat dan proses pengambilan keputusan mengikuti rantai komando.
Struktur Matrik
Ø Pada struktur matriks setiap bawahan memiliki dua atasan yang mengkombinasikan dus bentuk departementalisasi yaitu fungsional dan produk.
Kekuatan departementalisasi fungsional ialah mengelompokkan tenaga-tenaga ahli dari bidang tertentu dalam satu bagian yang sekaligus dapat berfungsi untuk menghasilkan produk yang berbeda-beda (mengajar di program pendidikan S1 berbeda-beda
B. Jenis jenis organisasi
Organisasi mekanistik (OM)
Organisasi yang formalisasinya tinggi. Ciri-cirinya antara lain: kerja yang berulang-ulang, pembagian kerja yang ketat, tingkat keterampilan rendah, pekerjaan terumuskan dengan jelas dan baik, saluran distribusi yang terpatok (fixed) sumber supply yang jelas dan mantap, system yang sederhana, sumber informasi yang baik-lengkap, perangkat peraturan untuk menafsirkan lingkungan, anggaran distandarnisasi, data tentang standard an biaya yang lampau, pengambilan keputusan terpusat, tata tingkat yang kaku, konflik antara eselon tinggi dan rendah.
Orgnisasi organic
Organisasi yang formalisasinya rendah.
Cirri-cirinya:
Kerja tidak rutin
Batasan pekerjaan tidak ketat
Beragam system untuk distribusimemerlukan orang dengan keterampilan tinggi
Penggunaan minimal data sejarah
Struktur dan tugas-tugas kerja yang lentur
Konflik antar para profesional
Organisasi campuran Dominasi teknologi (OCDT)
Formalisasi di bidang pemasaran tinggi, dibidang teknologi rendah
Ciri-ciri antara lain:
Teknologi yang intensif dan tepat guna (mediating)
Staf yang sangat terampil
Saluran-saluran pemasaran yang terpatok
Kendali dalam fungsi-fungsi teknikal di disentralisasi
Kendali bertata tingkat dalam pemasaran
Organisasi campuran Dominasi pasar (OCDP)
Formulasi dibidang teknologi tinggi, dibidang pemasaran rendah
Cirri-cirinya antara lain:
Teknologi dengan jaringan panjang dan atau ropotitif
Saluran-saluran distribusi dipengaruhi oleh perubahan-perubahan gaya
Lebih menjadi promoter dari pada sales person
Pemasaran berpengaruh besar
Biaya baku dalam bidang teknikal dan procuk
Kendali yang didisentralisasi dan fungsi pemasaran dan bidang lain

C. Pengembangan Organisasi
Pengembangan organisasi adalah suatu proses sadar dan terencana untuk mengembangkan kemampuan suatu organisasi, sehingga mencapai dan mempertahankan suatu tingkay optimum prestasi dan diukur berdasarkan efisiensi, efektifitas dan kesehatan
Secara operasional pengembangan organisasi adalah suatu proses normative untuk memperhatikan pertanyaan:
Dimana nyatanya kita berada?
Dimana seharusnya kita berada?
Bagaimana dari tempat dimana kita nyatanya berada dapat mencapai tempat dimana kita seharusnya berada?

Proses diatas dilaksanakan oleh pimpinan organisasi dengan menggunakan beraneka ragam teknik. Dalam pelaksanaannya sering dibantu dan bekerjasama dengan konsultan ilmu prilaku/ psikolog.

d. Budaya organisasi
Budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi. Merupakan satu mental programming dan organisasi dari perencanaan modal kepribadian organisasi.
Secara sederhana budaya organisasi dapat diungkapkan sebagai cara berpikir, cara bekerja, cara laku para karyawan satu perusahaan dalam melakukan tugas pekerjaan mereka masing-masing
Sumber-sumber budaya organisasi.
1. pengaruh umum dari luar yang luas
2. Pengaruh dari nilai-nalai yang ada di masyarakat
3. Faktor-faktor spesifik dari organisasi
4. Nilai-nilai dasar dari koalisi dominan

Ciri-ciri budaya organisasi
Inovasi dalam pengambilan resiko
Stabilitas dan keamanan
Penghargaan kepada orang
orientasi hasil
orientasi tim dan kolaborasi
keagresifan dan persaingan modal

Jenis budaya organisasi
Budaya organisasi karismatik
Budaya organisasi karismatik diasosiasikan dengan kepribadian manajer yang dramatis yaitu memiliki perasaan kebesaran, memiliki kebutuhan yang kuat untuk mendapatkan perhatian dari orang lain dan bertindak sedemikian rupa sehingga perhatian tertuju pada dirinya
Paranoid
Budya organisasi yang berkaitan dengan kepribadian yang mudah mencurigai, manajer yang mudah curiga merasa dipersecuted oleh orang lain, dan tidak percaya kepada bawahan dengan cara jaga-jaga dan rahasia.
Avordant
Orientasi dari kepribadian depresif mengarah kebudaya menghindari. Kecendrungan timbul dari perasaan ketidakmampuan dan ketergantungan pada orang lain. Manajer lebih memperhatikan pertahanan kedudukan perusahaan dalam lingkungan sekarang dari pada memperhatikan inovasi.
Politik
Dalam budaya organisasi yang dipolitikan tidak ada arah yang jelas. Pimpinan puncak tidak tegas membuat para manajer pada tingkatan yang lebih rendah, berusaha untuk mempengaruhi arah dari perusahaan
Birokratik
Budaya birokratik adalah hasil dari kepribadian kompulsif yang memiliki kebutuhan kuat untuk mengendalikan lingkungan.
Mereka berprilaku sangat amat teliti dan memfokus pada detail-detail yang sangat spesifik tapi sering tidak berarti
Pada budaya birokratik perhatiannya lebih terarah pada bagaimana nampaknya dari pada bagaimana kerjanya

Ungkapan dari budaya organisasi
Konsep-konsep, makna, pesan-pesan yang mencerminkan budaya organisasi dapat di temukan dalam praktek-praktek organisasi seperti:
a. Rancangan orgaqnisasi(organization design)
b. Strtegi sosialisasi
c. Pebedaan kelas
d. Ideology
e. Mithe dan symbol-simbol
f. Bahasa
g. Ritual dan seromoni
h. Budaya organisasi dan unjuk kerja

Budaya organisasi dan unjuk kerja
Schein mengatkan bahwa budaya organisasi adalah shred basic assumption yang dipelajari ketika organisasi memecahkan masalah eksternal dan internal yang dianggap valid. Dengan kata lain budaya organisasinya akan menunjang unjuk kerjanya, menunjang produktifitasnya.

Budaya pembelajaran
Scein (1994) mengemukakan tujuh unsure dari budaya pembelajaran
Perhatian terhadap orang
Keyakinan bahwa orang dapat dan mau belajar dan menilai pembelajaran dan perubahan sebagai hal penting
Perlu ada keyakinan bahwa dunia sekitar dapat di ubah
Organisasi perlu ada waktu yang kendor
dalam tingkat organisasi perlu ada keikatan (comitmen) bersama terhadap komunikasi terbuka dasn luas
perlu di kembangkan dalam keikatan bersama untuk berpikir secara sistematik
dunia makin majmuk dan koordinasi dan kooparasi yang saling tergantung makin menjadi penting

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar